Banyak sudah yang telah ku lewatkan, tidak berpengaruh memang terhadap hidup ku..Namun mungkin ada hal yang paling sangat terlewatkan olehku....Beberapa waktu yang lalu aku singgah di sebuah tempat diantara penjalanku dari Sampit ke Palangkaraya, sebentar aku singgah di suatu tempat yang belakangan ini kurasakan semakin maju oleh menggeliatnya perekonomian masyarakat disana. Sebentar aku singgah dan menyapa seorang Bapak yang sedang asik dengan pekerjaannya. Percakapan kumulai dengan pujian-pujian atas majunya tempat itu, mulai dari jalan yang mulai mulus, bangunan-bangunan yang modern. Setelah beberapa pemebicaraan kami tak tahu arahnya, kucoba bertanya tentang keadaan anak-anak sekolah di tempat itu.
Jawaban Bapak itu bagaikan "Horor" di kepalaku. Betapa tidak dibalik kepolosan anak-anak disitu ternyata ada masalah besar yang menghampiri mereka. Modernisasi yang singgah di tempat itu ternyata membuat anak-anak di situ mulai terjangkiti penyakit-penyakit yang sangat membahayakan masa depan mereka. Suatu ketika Bapak tersebut memergoki beberapa anak sedang berkumpul sambil memegang sekaleng lem "Aibon" dalam keadaan fly setelah mengirup aromanya. Di lain tempat juga pernah dijumpainya anak yang mengkonsumsi obat sakit kepala di luar kewajaran, bahkan yang paling parah Beliau juga pernah menangkap basah sepasang pelajar berlainan jenis kelamin sedang berasik masyuk(SENSOR). Sungguh keadaan yang sangat yang tidak dapat kita terima.
Haruskah kita berdiam melihat hal itu..
Haruskah kita melewatkan hal itu...
betapa berdosanya kita jika membiarkan hal tersebut telah merambah anak-anak pedesaan yang polos...
Tak dapat dipungkiri memang kita telah terlalu banyak melewatkan. Pembangunan yang kita jalani membuat kita seringkali melewatkan hal-hal yang paling hakiki dalam pembangunan jiwa anak. Mental dan Spritual.
Apakah ini menjadi PR kita? (Tohang "Oblo" Emtoh)
Selasa, 16 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar